PENGERTIAN POLA PEMBELAJARAN TEACHER CENTERED DAN STUDENT CENTERED
a. Pengertian Pola Pembelajaran
Pola adalah bentuk atau model yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu, khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat, yang mana sesuatu itu dikatakan memamerkan pola.
Menurut (Meyer, W.J., 1935:2) Model dimaknakan sebagai suatu objek atau konsep yang digunakan untuk mempresentasikan suatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensif.
Menurut (Joyce, 1992:4) Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain.
Menurut (Soekanto, dkk (dalam Nurulwati, 2000:10) Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengoraganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar - mengajar.
Jadi model pembelajaran adalah seperangkat prosedur yang sistematis sebagai perancang bagi para pengajar untuk mencapai tujuan belajar.
b. Pengertian Teacher Center dan Student Center
1. Pengertian Teacher Center
Strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher centered). Strategi ini adalah cara pembelajaran yang menempatkan pendidik sebagai pemberi informasi, pembina dan pengaruh satu-satunya dalam aktivitas pendidikan. (Toto Suharto:104-105)
Pada sistem pembelajaran model Teacher Centered Learning, dosen lebih banyak melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan bentuk ceramah (lecturing). Pada saat mengikuti kuliah atau mendengarkan ceramah, mahasiswa sebatas memahami sambil membuat catatan, bagi yang merasa memerlukannya. Dosen menjadi pusat peran dalam pencapaian hasil pembelajaran dan seakan-akan menjadi satu-satunya sumber ilmu. Model ini berarti memberikan informasi satu arah karena yang ingin dicapai adalah bagaimana dosen bisa mengajar dengan baik sehingga yang ada hanyalah transfer pengetahuan.
Pendekatan teacher center dimana proses pembelajaran lebih berpusat pada guru hanya akan membuat guru semakin cerdas tetapi siswa hanya memiliki pengalaman mendengar paparan saja. Out put yang dihasilkan oleh pendekatan belajar seperti ini tidak lebih hanya menghasilkan siswa yang kurang mampu mengapresiasi ilmu pengetahuan, takut berpendapat, tidak berani mencoba yang akhirnya cenderung menjadi pelajar yang pasif dan miskin kreativitas.
Sejauh ini model-model pembelajaran yang bersifat teacher centered terlihat pada model pembelajaran, model komando atau banking learning concept. Pola pembelajaran model komando atau gaya bank ini banyak diterapkan sekitar tahun 1960-an yang mengembangkan prinsip distribusi keputusan harus dilakukan secara hierarkis dari atas ke bawah atau dari guru ke siswa.
Jadi dari paparan di atas dapat kami simpulkan bahwa pengertian teacher center adalah proses pembelajaran yang berpuasat pada guru artinya guru sangat menentukan proses pembelajaran karena guru menjadi satu-satunya sumber ilmu. Jadi model pembelajran ini membuat siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran.
2. Pengertian Student Center
Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Strategi ini merupakan strategi yang berupaya memberikan rangsangan, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada peserta didik agar terjadi proses belajar (Zuhri.2016 : 253).
Pengertian student centered Learning (SCL) adalah proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Melalui proses pembelajaran yang keterlibatan siswa secara aktif, berarti guru tidak lagi mengambil hak seorang peserta didik untuk belajar. Aktifitas siswa menjadi penting ditekankan karena belajar itu pada hakikatnya adalah proses yang aktif dimana siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman (construcivism approach).
Proses pembelajaran yang berpusat pada siswa atau peserta didik, maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk dapat membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa. Melalui penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka siswa diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif, selalu ditantang untuk memiliki daya kritis, mampu menganalisa dan dapat memecahkan masalahnya sendiri (Karsen, 2008)
Comments
Post a Comment